Selasa, 29 November 2011

proposal PTK


     A.            Judul
UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN GEOGRAFI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONTRASI DI SMA NEGERI 1 SINDANG INDRAMAYU

     B.            Latar Belakang Masalah
Dalam lingkup mikro, pendidikan diwujudkan melalui proses belajar mengajar dikelas maupun diluar kelas. Proses ini berlangsung antara guru dengan peserta didik dalam kondisi intruksional edukatif. Melalui proses belajar inilah peserta didik akan mengalami perkembangan kearah yang lebih baik dan bermakna. Agar hal tersebut terwujud maka diperlukan suasana belajar mengajar yang kondusif bagi peserta didik dalm melaupaui tahapan-tahapan belajar secara bermakna dan efektif sehingga menjadi pribadi yang percaya diri, inovatif dan kreatif.
Geografi adalah mata pelajaran yang termasuk dalam Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang diajarkan dari tingkat sekolah dasar hingga tingkat sekolah menengah (BSNP, 2006:471). Berdasarkan observasi di lapangan adanya temuan bahwa kedudukan dan fungsi guru dalam proses pembelajaran saat ini cenderung masih dominan. Aktifitas guru lebih besar disbanding dengan aktivitas siswa yang masih rendah kadarnya. Ketika proses belajar mengajar hendaknya terjalin hubungan yang mendidik dan mengembangkan antara guru dengan peserta didik. Guru tidak hanya menyampaikan materi tetapi sebagai figure yang dapat merangsang perkembangan siswa.
Guru sebagai pelaksana dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga memahami betul apa yang harus dilakukan dalam pembelajaran sehubungan dengan kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan. Guru pula yang akan menentukan penilaian terhadap hasil pembelajaran yang dilakukan, sehingga keberhasilan pembelajaran merupakan tanggung jawab guru secara profesianal.guru sangat berperan dalam menentukan model pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan tersebut. Untuk itu guru yang professional dalam melaksanakan tugas dan perannya dalam pembelajaran merupakan tuntutan mutlak agar dapat menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi.
Pertanyaan yang timbul adalah bagaimana guru menciptakan pembelajran yang optimal dengan komunikasi multi arah, meningkatkan aktifitas, meningkatkan penguasaan konsep, meningkatkan pemecahan masalah, meningkatkan minat belajar, dan meningkatkan prestasi belajar siswa. Rendahnya minat belajr tampak pada rendahnya aktifitas mereka dalam melakksanakan pembelajran. Hal ini merupakan salah satu indikator bahwa pembelajaran belum maksimal, kalau tidak boleh dikatakan gagal. Siswa sering bosan dengan apa yang disampaikan gurunya saat proses belajar mengajar, oleh karena itu dalm proses belajar guru tidak hanya fokus pada ceramah saja melainkan menyajikan hal yang lain misalnya menggunakan alat peraga.
Metodologi mengajar dalam dunia pendidikan perlu dimiliki oleh pendidik, karena keberhasilan Proses Belajar Mengajar (PBM) bergantung pada cara mengajar gurunya. Jika cara mengajar gurunya enak menurut siswa, maka siswa akan tekun, rajin, antusias menerima pelajaran yang diberikan, sehingga diharapkan akan terjadi perubahan dan tingkah laku pada siswa baik tutur katanya, sopan santunnya, motorik dan gaya hidupnya. Ada banyak sekali metode pengajaran yang digunakan oleh para pendidik, salah satu metode pengajaran yang digunakan adalah metode bimbingan dan metode demontrasi.
Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa Terhadap Mata Pelajaran Geografi Dengan Menggunakan Metode Bimbingan Dan Demontrasi di SMA Negeri 1 Sindang Indramayu”

     C.            Rumusan Masalah
1.      Bagaimana minat belajar siswa terhadap mata pelajaran geografi di SMA Negeri 1 Sindang Indramayu?
2.      Adakah perbedaan signifikan minat geografi setelah menggunakan metode demontrasi ?
3.      Bagaimana hasil belajar siswa setelah menggunakan metode demontrasi?

    D.            Pemecahan Masalah
Siswa yang mendapatkan perhatian dan perlakuan khusus tentunya akan menghasilkan atau menguasai yang berbeda pula dalam sebuah kelas atau kelompok bahkan perlakuan individual sekaligus dengan diberikanya perlakuan dan perhatian yang lebih baik dalam belajar di sekolah maupun di rumah, tentunya akan lebih baik pula penguasaan kertramilan atau konsep terhadap mata pelajaran – mata pelajaran yang dipelajarinya. Dengan bimbingan dan cara mengajar yang menggunakan metode demontrasi yang terorganisir dengan baik paling tidak akan mampu mengkondisikan dalam bentuk motifasi ekstinsik bagi siswa itu sendiri.
Moh. Uzer ( 1996:29) menjelaskan “Motivasi ekstrinsik timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, atau paksaan orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar, misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh orang tua untuk mendapatkan peringkat pertama.”
Demikian halnya dengan guru memberikan bimbingan dan metode belajr yang berbeda seperti demontrasi dengan harapan baik itu dirasa akan menambah minat dan keinginan belajar siswa, yang jelas mengkondisikan siswa harus belajar. Dengan pola demikian tentunya anak yang lebih banyak belajar dirumah akan lebih baik misalnya dalam mata pelajaran yang dikerjakan.

     E.            Tujuan Penelitian
1.      Mengidentifikasi minat belajr siswa terhadap mata pelajaran geografi di SMA negeri 1 sindang indramayu
2.      Mengidentifikasi perbedaan minat belajar siswa setelah menggunakan metode bimbingan dan demontrasi
3.      Mengidentifikasi hasil belajar siawa setelah menggunakan metode bimbingan dan demontrasi

      F.            Manfaat Penelitian
Manfaat teoritis
1.      Menambah wawasan tentang penggunaan metode belajar untuk meningkatkan minat belajar siswa
Manfaat praktis
1.      Penelitian ini sebagai masukan informasi dalam pengambilan kebijakan pihak pemerintah, khususnya hal yang terkait dengan dengan pengadaan metode pengajaran geografi sehingga siswa lebih tertarik untuk belajar.
2.      Sebagai acuan bagi pendidik dalam pengguanaan metode belajar mengajar di kelas.
3.      Bagi Peneliti diharapkan memperoleh wawasan dan pemahaman baru mengenai penggunaan metode bimbingan dan demontrasi dalam pengajaran geografi, sehingga siswa bisa memperoleh minat dan hasil belajar yang baik dalam pelajaran geografi.

    G.            Kerangka Teoritis
1.    Makna Pembelajaran
Pembelajaran ialah membelajarkan siswa menggunakan asas pendiikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendiik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau murid. Sering dikatakan mengajar adalah mengorganisasikan aktivitas siswa dalam arti yang luas. Peran guru bukan semata-mata memberikan informasi, melainkan mengarahkan dan memberikan fasilitas belajar (directing and facilitating the learning) agar proses belajar lebih memadai. Pembelajaran mengandung arti setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru.
2.    Hakikat Pengajaran Geografi
Secara sederhana, pengajaran geografi adalah geografi yang diajarkan ditingkat sekolah dasar dan sekolah menengah.pakar-pakar geografi pada seminar dan lokakarya peningkatan kualitas pembelajaran geografi di semarang tahun 1988, telah merumuskan konsep geografi sebagai berikut:
Geografi adalah ilmu yang mempelajari perbedaan dan persamaan geosfer dengan sudut pandang kelingkungan atau kewilayahan dalam konteks keruangan.
Konsep geografi yang diketengahkan diatas secara jelas menegaskan bahwa yang menjadi objek studi geografi tidak lain adalah geosfer, yaitu permukaan bumi yang hakikatnya merupakan bagian dari bumi yang terdiri atas atmosfer (lapisan udara), litosfer (lapisan batuan, kulit bumi), hidrosfer (lapisan air, perairan), dan biosfer (lapisan kehidupan). Pada konsep ini, geosfer atau permukaan bumi tadi ditinjau dari sudut pandang kewilayahan atau kelingkungan yang menampakkan persamaan dan perbedaan.
3.      Metode Pembelajaran
Pada PBM bidang pendidikan dan bidang pengajaran apapun, metode ceramah menjadi metode dasar yang sukar untuk ditinggalkan. Kita menyadari bahwa salah satu kelemahan metode ceramah jika diterapkan secar murni adalah “tidak melibatkan anak didik secara aktif” dalm proses. Oleh karena itu kita harus menerapkan metode cerama bervariasi ataupun multi metode.metode demontrasi dan eksperimen, pada batas-batas tertentu dapat diterapkan pada PBM geografi. Pokok bahasan geografi berkenaan dengan gejala fisis dan jagat raya, pada batas-batas tertentu dapat didemontrasikan atau dieksperimenkan.
Metode mengajar yang memberikan keaktifan lebih jauh kepada naka didik (cara belajar siswa aktif/CBSA) yaitu metode tugas (metode tugas belajar, metode resitasi). Berbagai kenyataan, peristiwa, bahkan juga masalah yang tidak ada kesempatan disajikan oleh guru geografi di sekolah.
4.    Metode Demontrasi
Metode demonstrasi adalah cara pengelolaan pembelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, benda, atau cara kerja suatu produk teknologi yang sedang dipelajari. Demontrasi dapat dilakukan dengan menunjukkan benda baik yang sebenarnya, model, maupun tiruannya dan disertai dengan penjelasan lisan.
Demonstrasi akan menjadi aktif jika dilakukan dengan baik oleh guru dan selanjutnya dilakukan oleh siswa. Metoda ini dapat dilakukan untuk kegiatan yang alatnya terbatas tetapi akan dilakukan terus-menerus dan berulang-ulang oleh siswa.
Metode Demontrasi  Metode demontrasi merupakan metode mengajar yang berusaha untuk mengkombinasikan cara-cara penjelasan lisan, seperti metode ceramah dengan perbuatan yang berusaha membuktikan apa yang dijelaskan secara lisan, juga memperlihatkan bagaimana proses terjadinya sesuatu (Nana Sudjana, 2002:83).  Metode demontrasi adalah cara penyajian materi pelajaran melalui peragaan atau pertunjukan kepada siswa mengenai suatu proses, situasi atau gejala tertentu yang dipelajari baik pada objek sebenarnya ataupun tiruannya. Metode demontrasi merupakan metode mengajar untuk menjelaskan sesuatu dengan menggabungkan cara metode ceramah dengan perbuatan/peragaan untuk membuktikan apa yang dijelaskan tersebut, sehingga dalam metode demontrasi memerlukan alat atau peraga media dalam pembelajarannya.
Cara melaksanakan metode demontrasi. Didalam metode demontrasi ada tiga unsur yang ditonjolkan,yaitu sesuatu proses pekerjaan atau keterampilan, cara mengerjakannya juga berkisar pada tindakan-tindakan persiapan sebagai berikut:
a. Memikirkan dan menentukan program demontrasi yang akan disajikan kepada siswa. Pahami program tersebut sematang mungkin dan coba dulu sebelum disampaikan kepada siswa.
b. Sampaikan dulu dengan sejelas mungkin pokok-pokok kegiatan dalam demontrasi yang akan dilakukan dan apa tujuan dari demontrasi tersebut dengan cara yang menarik hingga timbul keinginan untuk mengetahui dari seluruh anak yang melihatnya.
c. Siapkan segala peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan demontrasi dengan seteliti mungkin. Gangguan dari ketidak siapan peralatan akan menggangu kosentrasi siswa dan akan melenyapkan minat mereka.
d. Lakukanlah demontrasi dengan kecepatan yang memungkinkan untuk diikuti oleh daya tangkap dan daya ingat anak didik kita.
e. Adakanlah diskusi pendek dengan siswa sebagai langkah untuk mengakhiri demontrasi dengan tujuan mengevaluasi hasil demontrasi, apakah cukup dimengerti atau tidak.
5.      Minat Belajar
Minat adalah kecendrungan atau keinginan yang tinggi terhadap sesuatu (kamus umum bahasa Indonesia 2003:344). Minat belajar berarti keinginan belajar siswa terhapap sebuah mata pelajaran yang ingin dimengerti, dipahami dan semangat untuk mengerjakannya. Minat belajar seorang siswa dapat dilihat dari semangat atau tidknya siswa menikuti pelajaran tersebut. Untuk mencapai prestasi yang baik disamping kecerdasan juga minat, sebab tanpa adanya minat segala kegiatan akan dilakukan kurang efektif dan efesien. Dalam percakapan sehari-hari pengertian perhatian dikacaukan dengan minat dalam pelaksanaan perhatian seolah-olah kita menonjolkan fungsi pikiran, sedangkan dalam minat seolah-olah menonjolkan fungsi rasa, tetapi kenyataanya apa yang menarik minat menyebabkan pula kita kita berperhatian, dan apa yang menyebabkan perhatian kita tertarik minatpun menyertai kita.” (Dakir. 1971 : 81)
6.      Hasil Belajar
Keberhasilan pengajaran dapat dilihat dari segi hasil. Asumsi dasar ialah proses pengajaran yang optimal memungkinkan hasil belajar yang optimal pula. Ada korelasi antara proses pengajaran dengan hasil yang dicapai. Makin besar usaha untuk menciptakan kondisi proses pengajaran, makin tinggi pula hasil atau produk dari pengajaran itu. Hasil belajar adalah akumulasi kegiatan belajar mengajar dalam bentuk pemberian ujian oleh guru sehingga akan diketahui hasil belajar dan mengajar yang dilakukan siswa dan guru.
Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yakni faktor dari dalam diri siswa itu dan faktor yang datang dari luar siswa terutama kemampun yang dimilikinya. Faktor kemampuan siswa besar sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar yang dicapai. Seperti yang dikemukakan oleh Clark (1981) bahwa hasil belajar siswa di sekolah 70% dipengaruhi oleh kemampuan  dan 30% dipengaruhi oleh lingkungan. Di samping  faktor kemampun yang dimiliki siswa, juga ada faktor lain, seperti motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunaan, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis. Faktor tersebut banyak menarik perhatian para ahli pendidikan untuk diteliti, seberapa jauh kontribusi atau sumbangan yang diberikan oleh faktor tersebut terhadap hasil belajar siswa. Adanya pengaruh dari dalam diri siswa, merupakan hal yang logis dan wajar, sebab hakikat perbuatan belajar adalah perubahan tingkah laku individu yang diniati dan disadarinya. Siswa harus merasakan adanya suatu kebutuhan untuk belajar dan berprestasi. Ia harus berusaha mengarahkan segala daya upaya untuk mencapainya.



    H.            Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah atau submasalah yang diajukan oleh peneliti.
Berdasarkan uraian di atas, maka dalam penelitian ini dirumuskan hipotesis:
1.    Penggunaan metode demontrasi dapat meningkatkan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran geografi di SMA Negeri 1 Sindang Indramayu.
2.    Ada perbedaan hasil belajar pembelajaran geografi menggunakan metode demontrasi di SMA Negeri 1 Sindang Indramayu.

       I.            Rencana dan Prosedur Penelitian
  1. Rencana Penelitian
a.       Subjek penelitian
Subyek dalam peniltian ini adalah siswa XI IPS 2 SMA Negeri 1 sindang indramayu jumlah siswa 40 orang.
Pertimbangan penulis mengambil subyek penilitiann tersebut dimana siswa kelas XI IPS 2 kurang memahami dan bersemangat terhadap pembelajaran geografi.
b.      Tempat Penelitian
Dalam penilitian ini penulis mengambil lokasi di SMA Negeri 1 sindang, kecamatan sindang Kabupaten indramayu penulis mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan alumni pada sekolah tersebut, sehingga memudahkan dalam mencari data, peluang waktu yang luas dan subyek penlitian yang sangat sesuai dengan profesi penulis.
c.        Waktu Penelitian
Dengan beberapa pertimbangan dan alasan penulis menentukan menggunakan waktu penelitian selama 3 bulan. Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut.
d.      Lama Tidakan
Waktu untuk melaksanakan tindakan selama waktu penelitian, mulai dari siklus I, Siklus II dan Siklus III. 
2.      Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian yang diterapkan dalam hal ini antara lain :
a.       Perencanaan
Meliputi penyampaian materi pelajaran dengan metode deemontrasi (kegiatan penelitian utama), bimbingan materi yang belum di pahami ( kegiatan penelitian utama ), latian soal, pembahasan latian soal, ulangan harian.
b.      Tindakan ( Action )/ Kegiatan, mencakup
a)      Siklus I, meliputi : Pendahuluan, kegiatan pokok dan penutup.
b)      Siklus II ( sama dengan I )
c)      Siklus III ( sama dengan I dan II )
3.      Pengumpulan data
1.    Analisis Prestasi Belajar Siswa
Sebelumnya harus dilakukan dulu penganalisisan mengenai prestasi belajar siswa sebelum di lakukan proses pembelajaran menggunakan metode demontrasi.
2.    Analisis Uji Coba Soal
Soal yang diujikan kepada siswa setelahnya harus dilakukan uji validitas dan reliabilitas berdasarkan hasil nilai siswa yang diperoleh.
3.    Analisis Angket
Dengan cara menganalisis angket yang dibagikan kepada siswa, bagaimana penilaian siswa mengenai multimedia interaktif yang diterapkan dalam proses pembelajaran geografi.
Analisis data adalah proses menyeleksi, menyederhanakan, memfokuskan, mengabstraksikan, mengorganisasikan data secara sistematis dan rasional sesuai dengan tujuan penelitian, serta mendeskripsikan data hasil penelitian itu dengan menggunakan tabel sebagai alat bantu untuk memudahkan dalam menginterpretasikan. Kemudian data hasil penelitian pada masing-masing tabel tersebut diinterpretasikan (pengambilan makna) dalam bentuk naratif (uraian) dan dilakukan penyimpulan.
Pada dasarnya, analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu (a) reduksi
data, (b) paparan data, dan (c) penyimpulan.
a.         Reduksi data adalah proses penyederhanaan data hasil penelitian yang dilakukan melalui proses seleksi, pengelompokkan data sesuai dengan tujuan penelitian dan pengabstraksian data mentah menjadi informasi yang bermakna.
b.        Paparan data adalah proses penampilan atau penyajian data secara lebih sederhana dalam bentuk tabel untuk diinterpretasikan dalam bentuk naratif.
c.         Penyimpulan adalah proses pengambilan intisari dari keseluruhan paparan atau penyajian data yang telah dideskripsikan untuk diformulakan dalam bentuk kalimat yang singkat dan padat sebagai jawaban terhadap tujuan penelitian.
4.        Indikator Keberhasilan
Untuk mengetahui berhasil tidaknya tindakan yang telah dilaksanakan dengan berdasar pada rencana tindakan yang ditetapkan, maka kriteria yang digunakan adalah bersumber dari tujuan atau misi dilakukannya tindakan. Adapun misi pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pembelajaran geografi di kelas XI IPS 2 SMA negeri 1 sindang indramayu. Kriteria yang dijadikan tolok ukur keberhasilan tindakan dimaksud adalah pencapaian ketuntasan belajar minimal 85% dengan nilai rata-rata 80 sesuai isi indikator kompetensi yang ditetapkan.




      J.            Jadwal Penelitian
No
KEGIATAN
MINGGU KE……..
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Perencanaan












2
Proses pembelajaran












3
Evaluasi












4
Pengumpulan Data












5
Analisis Data












6
Penyusunan Hasil












7
Pelaporan Hasil













Tidak ada komentar:

Poskan Komentar